May 8, 2018 Ensiklopedia Sains Islami | Pustaka Pelangi

Sumpah Sidik Jari

 

Ensiklopedia Sains Islami | Pustaka Pelangi

Yuk Kita Baca Surah Al-Qiyamah 1-4

 

لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَة

  1. Aku bersumpah demi hari kiamat,

وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

  1. dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ

  1. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?

بَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ

  1. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

 

Ibnu Manzhur mengatakan : kata banana berarti ujung-ujung jari kedua tangan dan kaki, namun ia terkadang digunakan untuk menyebut simpul jari.

Galton menjelaskan, tidak ada seorang pun di dunia ini yang memiliki garis-daris halus (Sidik jari) yang sama, dan ditegaskan bahwa kelok-kelok atau garis-garis ini sudah tampak pada jari-jari janin ketika ia masih dalam perut ibunya, yaitu ketika usianya 100-200 hari. Allahuakbar!

Oleh karena itu tidak heran jika Allah Swt menjadikan jari-jari sebagai media sumpahnya yang menunjukan kemahabsarannya. Ternyata salah satu hikmahnya adalah ia bisa dijadikan sebagai bukti tervalid untuk mengetahui identias seseorang di dunia dan di akhirat.

Yuk, Koleksi dan cari tahu fakta lainnyanya di buku Ensiklopedia Sains Islami!

 

Sumber: Ensiklopedia Sains Islami, Biologi 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan hubungi kami untuk informasi lebih detail ...

Ngobrol di WhatsApp yuk!