February 5, 2016 STOP!!! 3 Kesalahan Mendasar Yang Membuat Anak Tidak mandiri

STOP!!! 3 Kesalahan Mendasar Yang Membuat Anak Tidak mandiri

Kita sering mengeluhkan kenapa anak tidak mandiri, padahal seringkali sebagai orangtua tanpa sadar kita sering melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat si kecil jadi sulit untuk mandiri. Nah sebelum tambah parah sifat ketergantungan si kecil pada Ayah dan Bundanya, yuk mari kita introspeksi apa ya kesalahan yang sering kita lakukan itu :
1. Memaksa anak menghentikan kegiatannya
Tanpa sadar kita sering mengintervensi anak. Saat anak sedang asik melakukan sesuatu, kita memerintahkan anak untuk berhenti karena ia harus melakukan hal lain. Bahkan bisa anak sedikit menawar, kita bisa ngomel panjang. Terlalu sering diintervensi begini akan membuat anak merasa tidak punya privasi. Efek jeleknya anak lama-lama jadi merasa dirinya tidak punya wewenang atas dirinya sendiri dan ini bisa terbawa hingga besar.

Bagaimana sebaiknya? Buatlah jadwal dan jelaskan pada anak tentang jadwal kegiatannya dan buat juga perjanjian tentang kelonggaran waktu antara satu kegiatan dengan lainnya. Hal ini akan membuat orangtua hanya sekedar mengingatkan bukan mengintervensi.

2. Overprotective yang berlebihan
Sudah over, berlebihan pula. Komplit deh! Ya terkadang karena terlalu sayang, kita sering terlalu menjaga si kecil. Mulai dari menunggui di sekolah, bahkan hingga mengiringi saat anak field trip dengan sekolah. Bukan itu saja, kadang tanda sadar kita banyak membantu anak melakukan sesuatu seperti mengambilkan sesuatu, membukakan sesuatu dan sebagainya. Bila tidak hati-hati hal ini bisa terbawa hingga si anak besar.

Bagaimana sebaiknya? Kurangilah proteksi kita pada anak setahap demi setahap sesuai perkembangan anak. Kurangi kebiasaan kita membantu anak sesuai pula dengan perkembangan usia dan kemampuannya. Mungkin anak akan merengek karena terbiasa dibantu, maka kita harus bisa tegas.

3. Anak tidak boleh memilih
Orangtua tanpa sadar seringkali mematikan hak anak untuk memilih atau berpendapat. Seringkali tanpa sadar kita meminta anak untuk memilih tetapi saat anak memilih kita tidak mendengarkan pilihannya bahkan menyepelekannya.

Bagaimana sebaiknya? Hormatilah pilihan anak. Apabila kita memang tidak membolehkan anak memilih maka jangan berikan pilihan, bila memang perintah berilah perintah. “Ayo makan ya sudah lewat jam makan siang”, jangan bilang “Aduh sudah lewat jam makan siang ini, adek mau makan atau enggak sih?”. Bila anak memberikan pilihan namun pilihannya tidak kita terima maka coba jelaskan apa alasannya.

Tidak ada orangtua yang ingin membuat anaknya terus ketergantungan pada mereka, hanya saja terlalu menyayangi anak, terutama saat baru anak pertama atau si bungsu, seringkali mendapatkan perhatian berlebihan yang membuat anak merasa nyaman selalu dibantu orangttua. Perlahan-lahan mari kita latih anak agar mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *