November 3, 2014

Saat Sakit, Saat Belajar

“Pusing deh, baru seminggu sembuh dah sakit lagi.”, keluh seorang Bunda dan bunda lainnya yang mendapati anaknya berulang terkena sakit. Yang semakin membuat kesal sang Bunda adalah bila sang anak sakit karena mengulang hal yang sudah ia ketahui akan menyebabkan sakit, misalnya terlambat makan, hujan-hujanan, atau keasyikan bermain seharian, dan sebagainya.

Sakit adalah sebuah istilah untuk adanya gangguan fungsi tubuh akibat berbagai macam sebab. Setiap orang pastilah pernah merasakan sakit dan mempunyai kesan yang sama, yaitu “sakit itu rasanya tidak enak”. Kondisi sakit sebagian disebabkan oleh daya tahan tubuh yang menurun. Ada juga yang disebabkan karena kurang hati- hatinya seseorang sehingga berbagai kuman penyakit masuk ke dalam tubuh. Sebagian penyakit lain karena perubahan pada tubuh akibat asupan makanan yang kurang sehat, misalnya kanker. Ada juga yang disebabkan genetis, dan beberapa sebab lain.

Sakit karena keturunan merupakan suatu yang memang tak bisa ditolak, tapi banyak jenis penyakit yang disebabkan karena kelalaian. Bila seseorang bisa mengambil pelajaran, maka ia bisa menghindari sakit tersebut dengan melakukan berbagai perilaku hidup bersih dan sehat termasuk salah satunya makan makanan bergizi dan sesuai kebutuhan. Baik kita mulai membahas bagaimana saat sakit menjadi moment belajar anak tentang pentingnya makan untuk pencegahan dan penyembuhan sakit. Seperti apa bentuknya, berikut ini yang bisa Ayah Bunda lakukan :

1. Belajar pola makan selama sakit

Pastikan anak makan minimal 6 kali sehari dengan porsi kecil dan sesuai saran dokter. Mengapa porsi harus kecil dan lebih sering? Karena ketika sakit, nafsu makan juga turun. Rasa mual dan kadang kembung merupakan tanda bahwa pencernaan mengalami gangguan. Memberikan porsi kecil akan membantu meringankan kerja usus selama sakit. Ketika mulai sembuh, porsi makanan bisa dinaikkan bertahap kembali, frekuensi makan utama juga bisa kembali 3 kali sehari. Porsi lebih sering sampai 6 kali agar anak cukup asupan zat gizi untuk proses penyembuhannya.

Sedangkan memberikan makanan sesuai saran dokter misalnya harus lembek rendah serat, maka ikuti sesuai saran dokter. Bila anak meminta hal yang tidak diperbolehkan, maka cukup diam dan tidak memberikannya walaupun mereka merengek, marah-marah, atau menangis. Mereka tahu kok ini untuk kebaikan mereka, dan kita perlu tegas dan sabar mendengar keinginan mereka tapi tetap tidak memberikannya agar lancar penyembuhannya.

2. Belajar makan dulu sebelum

minum obat Pastikan anak meminum obat pada waktunya sesuai arahan dokter walaupun harus membangunkannya tengah malam. Pastikan pula anak makan terlebih dahulu sebelum meminum obat yang petunjuknya demikian.

Bila mereka mulai menolak, silakan tetap pegang mereka dalam kondisi duduk, dan sampaikan dengan nada tegas bahwa mereka tidak diperbolehkan tidur bila belum makan dan minum obat. Pada awal ini dikerjakan mungkin anak akan menangis lama, tapi di kejadian sakit selanjutnya mereka akan lebih menerima. Apalagi mereka mendapatkan diri menjadi sembuh bila meminum obat sesuai arahan dokter.

Di waktu lain, saat anak dalam kondisi agak tenang, sambil Ayah atau Bunda memijit kaki anak yang pegal dan kaku karena harus berbaring lama, bisa diberikan pemahaman :

“Ada beberapa obat yang bila diminum langsung penyerapannya jadi kurang bagus, dan ada juga yang membuat lambung menjadi perih. Masih ingat dulu waktu kakak muntah karena minum obat tidak makan dulu?”

Pengalaman selama sakit adalah sesuatu yang berharga untuk mendidik anak tentang pentingnya perilaku sehat.

Belajar makan sayur dan buah Kita semua tahu betapa pentingnya kedua jenis makanan tersebut tapi sebagian anak kurang menyukainya. Bila memang tidak ada pantangan sayur dan buah dari dokter maka, berikan kedua jenis makanan tersebut pada menunya.

Anak mungkin akan mengomel, tapi cukup sabar dan tenang saja. Siapkan porsi kecil yang kira-kira sanggup dimakan oleh anak kita. Temani anak memakan makanannya sampai habis. Di beberapa kesempatan coba berikan pemahaman : “Semua makanan yang dimakan oleh kita akan sulit untuk diolah bila tidak ada vitamin dan mineral yang berasal dari sayur dan buah. Makanya Kakak jadi mudah sakit.”

Pilihan pemahaman lain “Gigi kita berbeda dengan kucing. Kucing giginya taring semua karena makanannya daging. Kalau manusia taringnya 4, sisanya geraham. Artinya itu pertanda bahwa makanan manusia adalah sebagian besar tumbuhan agar bisa menjadi sehat.”

4. Belajar minum air putih

Mengingatkan untuk minum dan kembali menyampaikan perlunya air untuk penyembuhan, contoh : “Yuk, minum air putih. Air putih membantu panas untuk turun.”Di kesempatan lain, bisa ditambahkan informasi lain : “Air putih itu akan mengalir mengikuti aliran darah. Kemudian membawa panas dari dalam tubuh ke luar tubuh sehingga demam cepat turun.”

5. Belajar makan yang baik untuk mencegah sakit

Di saat kondisi tenang sambil menyuapi anak yang sakit, Ayah Bunda bisa memberikan pemahaman tentang pentingnya perilaku makan yang sehat untuk mencegah sakit, misalnya : “Sudah beberapa kali akak sakit karena lupa makan malam. Jadi, makan malam itu memang penting. Supaya kita semua sehat, selanjutnya Bunda akan ingatkan Kakak makan malam ya.”Nah, setelah pemahaman di atas disampaikan, pastikan selanjutnya setiap malam, Ayah dan Bunda ingatkan anak makan. Insya Allah, pemberian pemahaman selama sakit yang dimanfaatkan dengan baik, akan membuat mereka lebih mudah mematuhi arahan makan kita.

Setiap moment, adalah pembelajaran termasuk saat sakit. Setiap sakit adalah saat untuk mengingatkan kembali tentang pentingnya mencegah dan mengikuti pengobatan agar cepat sembuh. Tetap istiqomah mengingatkan, karena anak memang perlu berulang-ulang diingatkan sampai akhirnya mereka mengerti, perlu dilatih agar mereka bisa, dan perlu berkali-kali sampai akhirnya mereka terbiasa. Tetap semangat….!!! ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *