February 24, 2016 Mengajari anak sopan santun

Mengajari anak sopan santun

Ada anak-anak yang terlihat begitu manis dan penuh tata krama, namun ada juga anak – anak yang –Mashaallah- begitu tidak tahu tata krama dan sopan santun. Terkadang kita sering gemas sendiri dengan anak-anak yang berperilaku seperti itu. 

Kesopanan memang nilai lain yang perlu dikenalkan dan ditanamkan pada sikecil sejak dini. Karena memahami pentingnya hal inilah, maka pada salah satu buku di dalam kelompok Halo Balita berjudul “Aku Anak Santun” diajaskan bagaimana seorang anak harus bersikap santun selalu. Ya, buku memang dapat menjadi sarana awal mengenalkan sopan santun pada sikecil, tetapi tentunya hal itu kemudian harus tetap dilatihkan dalam perilaku sehari-hari.

Berikut ini adalah beberapa tips mengajarkan sopan santun pada si kecil :

Hormat menghormati
Percaya atau tidak, mengajarkan sopan santun perlu dimulai dari bagaimana orangtua memperlakukan anak sejak lahir. Menancapkan sopan santun dimulai dari rasa hormat kepada orang lain dan menancapkan rasa hormat dimulai dari sensitivitas terhadap orang lain termasuk anak. Anak yang sensitif akan secara alami menjadi anak yang penuh hormat karena Ia selalu peduli akan perasaan orang lain. Otomatis, anak yang sensitif juga akan menjadi anak yang sopan.

Kesopanan adalah sebuah skill yang lebih kreatif dan tulus ketimbang apa yang bisa dipelajari anak dari sebuah buku etiket. Dalam beberapa tahun terakhir, sangat dianjurkan orangtua mengajarkan anak-anak untuk lebih “asertif.” Menjadi akan tetap asertif sehat, asalkan tidak mengesampingkan kesopanan dan tata krama yang baik.

Sejak Usia Dini
Kapan sebaiknya mengajarkan sopan santun ini dimulai? Sejak anak berusia 1-3 tahun sudah bisa dimulai dan dibiasakan untuk belajar sopan santun. Anda bisa mengenalkan sopan santun kepada anak mulai dari hal yang sederhana, seperti memberi salam, meminta izin, dan sebagainya. Dalam mengajarkan sopan santun janganlah menunggu ketika anak sudah besar, atau menyerahkan hal ini sepenuhnya kepada pihak sekolah, karena mengajarkan sopan santun adalah kewajiban orangtua sepenuhnya.

Ajarkan Kata-kata Sopan Sejak Dini
Ajarkan balita berusia 2 tahun Anda untuk mengatakan “minta tolong” dan “terima kasih” sejak dini. Kendati mereka tak sepenuhnya mengerti arti kata-kata tersebut, balita akan mengartikan kata “minta tolong” sebagai cara tepat mendapatkan yang diinginkan. Begitu pula, kata “terima kasih” adalah cara mengakhiri interaksi dengan baik. Tanamkan ini sebagai kebiasaan dan jadikan kosakata yang baik bagi anak. Pada akhirnya mereka akan terbiasa dengan pemahaman, membuat orang lain merasa senang juga penting ketika mereka berinteraksi.

Jadilah Role Model
Cara mengajarkan sopan santun yang paling efektif adalah dengan memberikan contoh dan teladan yang baik kepada anak secara konsisten. Pembentukan perilaku anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Dengan melihat contoh perilaku orangtuanya sehari-hari, maka anak akan belajar bersikap sopan santun dengan sendirinya. Jadi mulailah bersikap sopan santun dan menjadi teladan bagi anak anda, karena cara terbaik untuk mengajarkan sopan santun adalah melalui contoh, bukan sekedar memberi nasehat.

Jangan lupa, orangtua juga harus memulai lebih dulu dengan kebiasaan baik ini. Bahkan ketika anak belum paham arti kata ini, sebaiknya mereka terbiasa mendengar mommy atau ayahnya kerap mengatakan ini. Anak-anak memang akan membeo kebiasaan ini, namun kebiasaan ini baik ditanamkan jauh-jauh hari kendati mereka belum benar-benar mengerti arti sebenarnya.

Koreksi Secara Sopan
Ketika anak membuat sebuah kebodohan atau kesalahan, jaga intonasi dan suara tetap terkontrol. Tetap upayakan kontak mata dan letakkan tangan di bahunya sembari menasihati. Gestur ini merefleksikan jika orangtua mengoreksi anak karena kepeduliannya. Dan, bukan karena marah.

Jangan Paksakan Sopan Santun
Bahasa adalah kemampuan yang sebaiknya mengalir, bukan dipaksakan. Boleh saja sesekali Anda meminta anak mengatakan “minta tolong” atau “terima kasih”. Selalu mengulang (secara kaku) meminta anak mengatakan “kata ajaib” sebagai syarat memberikan sesuatu, akan membuat anak merasa bosan dengan kata-kata sopan sebelum mereka memahaminya. Jika Anda ingin meminta anak mengatakan “minta tolong”, sebaiknya sekedar katakan saja dengan cara yang baik. Dan pastikan mereka mendengar kalimat yang Anda utarakan. Kebiasaan ini akan lebih cepat ditangkap jika Anda memberikan permintaan dengan kalimat-kalimat yang enak didengar sembari senyum terkembang di wajah orangtua.

Mengajarkan sopan-santun memang harus dimulai sejak dini dan merupakan tugas orangtua sepanjang waktu. Kita harus terus dan terus mengingatkan anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mersin escort sitesi - mersin escort bayan - escort mersin - mersin escort - www.mersinbakliyat.com