May 2, 2018 Ensiklopedia Pengetahuan Al-Quran dan Hadits | Pustaka Pelangi

Membongkar Hal-Hal Ghaib

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata ghaib? Bagaimana perasaan yang anda rasakan mengenai hai-hal ghaib?

Banyak orang yang menghubungkan hal-hal ghaib dengan adanya keberadaan setan dan iblis. Biasanya kebanyakan orang merasakan takut, dan merinding ketika ia merasakan hal-hal yang aneh seperti wangi bunga, atau bau busuk dan menghubungkannya dengan hal-hal ghaib tersebut.

Lantas, apa itu ghaib dalam islam? Dan apa saja hal-hal ghaib itu?

Ghaib adalah kata mashdar yang digunakan sesuatu yang tidak dapat diindra, baik diketahui maupun tidak. Iman kepada yang ghaib berarti percaya kepada sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh panca indra dan tidak bisa dicapai oleh akal biasa, akan tetapi ia diketahui oleh wahyu yang diterima oleh para nabi dan Rasulullah Saw. Iman kepada yang ghaib adalah salah satu sifat dari orang-orang mukmin, sebagaimana dalam fitrah Allah Swt dalam surat Al-Baqarah Ayat 3

“(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”

Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.

Yang ghaib adalah yang tak dapat ditangkap oleh panca indra. Percaya kepada yang ghaib yaitu mempercayai dan meyakini adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh panca indra, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti adanya Allah, malaikat-malaikat, hari kiamat dan sebagainya.

Bolehkan kita percaya kepada hal-hal Ghaib?

 Ya, tentu kita harus percaya alam Ghaib selain alam dunia ini. Tapi Bentuk percaya kepada alam ghaib bukan berarti kita boleh meminta-minta kepada mahluk halus, jin, setan, iblis dan sebagainya. Ini pengertian percaya yang keliru. Percaya di sini meyakini keberadaan dan eksistensi alam dan makhluk ghaib, termasuk surga, neraka, malaikat, alam kubur, alam barzakh, padang Mahsyar, dan seterusnya.

Inti dari kepercayaan kepada semua itu tidak lain bahwa kita harus mempersiapkan diri untuk mati dan masuk kea lam ghaib itu serta mempertanggung-jawabkan semua amal kita di dunia.

Sedangkan percaya pada adanya setan dan iblis tidak lain tujuannya agar kita selalu minta perlindungan kepada Allah dari semua godaan makhluk-makhluk laknat itu. Serta selalu menjauhi bisikan mereka serta ajakan dan rayuannya.

Dan percaya pada adanya malaikat tidak lain tujuannya adalah agar kita selalu merasa diawasi gerak-gerik dan perilaku kita setiap saat. Bahwa para malaikat itu tidak pernah luputdari pengawasan serta selalu mencatat tindakan positif dan negatife selama hayat kita. Bahwa para malaikat itu ada yang akan membantu orang-orang yang berjuang di jalan Allah, ada yang bertugas mencabut nyawa, dan lain-lainnya.

Dalam buku Ensiklopedia Pengetahuan Al-Quran dan Hadist membahas hal-hal ghaib mulai dari jin, setan, sihir, nama-nama surga dan neraka dan sifat-sifatnya serta karakteristik penghuninya dengan jelas sehingga dapat menambah keilmuan kita, dan semoga menambah keimanan kita terhadap kekuasaan Allah Swt ini.

Yuk, Koleksi dan cari tahu fakta lainnya di buku Ensiklopedia Pengetahuan Al-Quran & Hadist!

 Sumber: Ensiklopedia Pengetahuan Al-Quran & Hadist, seri 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan hubungi kami untuk informasi lebih detail ...

Ngobrol di WhatsApp yuk!