January 5, 2016 Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Tepat 50 hari setelah peristiwa penyerbuan pasukan gajah ke Ka’bah yang digagalkan Allah dengan kuasanya, usia kandungan Aminah –ibunda Rasulullah- sudah mencapai sembilan bulan dan detik-detik kelahiran sang buah hati pun sudah kian mendekat. Hingga pada satu hari Aminah merasakan gerakan yang sangat kuat dari dalam perutnya, ia pun segera berbaring di tempat tidur dan dengan bantuan keluarganya, ia pun melahirkan seorang putra. Muhammad Sulaiman al-Manshurfuri, seorang anak yang akan mengubah peradaban dunia, telah lahir, tepat pada 12 Rabi’ul Awal.

Setelah anaknya lahir, Aminah mengirim utusan untuk menemui ‘Abdul Muthalib –kakek Rasulullah- yang segera datang menjenguknya. ‘abdul Muthalib langsung menimang bayi yang nampak sangat sehat itu. Ia tahu bahwa kelak, cucunya ini akan menjadi manusia besar. Sang kakek pun langsung memboyong cucunya ini memasuki Ka’bah sambil tak putus berdoa mengucapkan rasa syukurnya. Ia telah mendapatkan pengganti anak lelakinya –ayah Rasulullah- yang sudah pergi terlebih dahulu diusia yang masih sangat muda.

Kakek dan Ibu yang sangat berbahagia itu tak pernah berhenti bergantian menimang Muhammad kecil dengan kebahagiaan yang luar biasa, sayangnya sesuai budaya dan tradisi bangsa Arab saat itu, seorang anak harus dicarikan seorang wanita untuk disusui dan wanita beruntung itu adalah Halimah binti Abi Dzuaib. Keajaiban terjadi, pada saat perjalanannya pulang kembali ke daerah tinggalnya, saat diperjalanan ia mulai menyusui bayi Muhammad dan ia pun merasakan seketika air susunya terasa berlimpah. Ia menyusui bayi Muhammad hingga kenyang dan terlelap, lalu ia juga menyusui anaknya yang sepanjang perjalanan menangis karena kelaparan hingga juga ikut pulas tertidur. Bukan hanya itu saja, bahkan unta betina yang ia tumpangi selama perjalanan, juga seketika puting susunya penuh terisi hingga suaminya bisa memerahnya untuk mereka minum hingga kenyang dan puas.

Begitulah awal dari keajaiban Muhammad kecil, jauh sebelum ke-nabi-annya. Sejak ia masih bayi, Allah sudah menunjukkan bahwa ia adalah yang terpilih dan akan menjadi manusia basar diantara seluruh umat manusia. Meski Muhammad kecil tak pernah mengenal ayahnya, yang wafat sebelum ia dilahirkan, meski ia pun kemudian harus berduka berturutan atas wafatnya sang ibunda dan sang kakek, namuan Allah sudah menentukan jalannya menjadi nabi terakhir Allah, nabi bagi semua umat manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *