April 24, 2018 Ensiklopedia Sains Islami | Pustaka Pelangi

Jangan Berprasangka Buruk Pada Penyakitmu

 

Ensiklopedia Sains Islami | Pustaka Pelangi

Kesehatan merupakan Anugrah terbesar yang diberikan Allah Swt kepada setiap mahluknya. Semua orang akan merasa bersyukurketika sehat karena dapat melakukan apapun yang ia inginkan, apakah anda pun  mensyukuri nikmat sehat hari ini?

Tapi jika Allah menakdirkan kita sakit apakah yang anda pikirkan tentang pemberian Allah Swt ini? Apakah engkau akan menyalahkan Allah tidak Adil, dan menganggap sakit ini sebagai hal yang negatif, mengganggap sakit sebagai beban dan penderitaan, serta tidak ada maknanya sama sekali? Apalagi kematian dianggap sebagai sebuah peristiwa yang menakutkan untuk dihindari.

Janganlah kita beranggapan buruk terhadap Allah Swt, karena itu merupakan kesalahan besar, Sebab Allah Swt selalu menciptakan sesuatu atau memberikan suatu ujian kepada Hambanya pasti ada hikmah atau pelajaran dibalik itu semua.

Penyakit yang diberikan Allah Swt merupakan cobaan kepada hamba-Nya untuk menguji keimanannya. Ketika seorang sakit di sana terkandung ampunan Allah dan mengarahkan seseorang untuk kembali ingat (dzikir) kepada Allah Swt.

Apakah anda akan sanggup mengalami penderitaan yang dialami Nabi Ayub? Mari kita ambil hikmah dari kisah Nabi Ayub yang ditimpa kemalangan berupa penyakit berat, yang menyebabkan ia kehilangan harta dan anak-anaknya dalam Al Quran surah Al-Anbiyaa’ 83-84.

Tahukan anda bahwa Seluruh badan Nabi Ayub terjangkit penyakit yang bernanah kecuali hati dan lidahnya yang tidak tertimpa penyakit, yang dibiarkan Allah tetap baik sehingga dengan dua organ inilah, dapat digunakan oleh Nabi Ayub untuk berdzikir dan memohon keridhoan Allah, dan pada akhirnya Allah pun mengabulkan doanya, maka nabi ayub pun sembuh dari penyakitnya yang diderita selama bertahun-tahun serta dikembalikan harta dan keluarganya.

Dari sini kita dapat mengambil pelajaran agar setiap Hamba Allah tidak berprasangka buruk kepada Allah Swt, dan tidak berputus asa akan rahmat-Nya serta sabar dalam menerima takdir-Nya.

Aisyah Ra pernah meriwayatkan, Bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Tidak ada musibah yang menimpa diri seorang muslim, kecuali Allah mengampuni dosa-dosanya, sampai-sampai sakitnya karena tertusuk duri sekalipun” (HR. Bukhari)

Maka kita sebagai Manusia perlu memiliki keyakinan teguh bahwa apabila Allah menakdirkan Sakit maka akan sakit, begitu pula jika Allah menakdirkan kesembuhan, maka tidak ada daya upaya kecuali dengan izin-Nya untuk sembuh.

Sebagaimana ungkapan Nabi Ibrahim As dalam Al-Quran:

“(yaitu) Dia yang telah menciptakan aku,

maka Dia yang akan memberi petujuk kepadaku,

dan Dia yang memberi makan dan minum kepadaku,

dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.

(Asy-Syu’araa [26]:78-80)

InsyaAllah dengan Buku Ensiklopedia Sains Islami anda dapat mentadaburkan isi Al-Quran dan mengambil hikmah dari setiap ayatnya, dan mengetahui kisah di dalam Al-Quran dengan mudah dipahami dan disertai Hadist.

Yuk, Koleksi dan cari tahu fakta lainnyanya di buku Ensiklopedia Sains Islami!

 

Sumber:  Ensiklopedia Sains Islami, Medis 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mersin escort sitesi - mersin escort bayan - escort mersin - mersin escort - www.mersinbakliyat.com