February 23, 2016 Bukan Lagi Gadget Mania, Tapi Buku Mania

Bukan Lagi Gadget Mania, Tapi Buku Mania

Awalnya malika tidak begitu kenal gadget, karena saya dan almarhum abi-nya dulu jarang mainin gadget kalo di rumah (berhubung hp juga sama2 jadul).

Ketika abi-nya meninggal, orang2 terdekat berusaha menghibur malika dengan mengajaknya main gadget, menontonkan video lagu2 anak2, games2 anak kecil.. Akhirnya malika jadi ketagihan dan susah lepas dari gadget..

Ketika saya akhirnya mulai bisa berpikir lebih jernih, saya sedih melihat anak saya yang masih bisa dibilang bayi jadi gadget mania.. Mulai lah saya searching buku2 anak yang islami.
Pencarian saya berhenti ketika saya menemukan halo balita, saya lihat review-nya, dan saya langsung putuskan untuk beli.

Ternyata pilihan saya saat itu tepat sekali, dalam 2 minggu, malika bukan lagi gadget mania, tapi buku mania, senang sekali saya.. Perilakunya kelamaan juga mengikuti perilaku sali dan saliha, senang pakai jilbab, buang sampah ditempatnya, mulai bisa wudhu dan solat, dll. Harga paket buku yang awalnya menurut saya cukup mahal tidak ada artinya di banding manfaat yang saya rasa.

Karena manfaat yang saya rasa itu, mulailah saya aktif ikut menjadi book advisor, menularkan virus pecinta buku pada anak2 lain, karen ternyata banyak teman saya yang juga mengalami masalah anak gadget mania sperti saya.

Alhamdulillah respon cukup positif, dalam waktu singkat saya pun menjadi senior book advisor. Tapi beberapa hal termasuk kondisi psikis sayaan yang masih naik turun dilema sana sini bikin saya kurang konsisten juga dalam hal book advisor ini.

Target saya di 2016 dalam bidang book advisor ini, yang pertama konsisten, yang kedua berhasil menularkan virus pecinta buku ke lima anak lainnya setiap bulannya. Bismillah.. ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *