April 20, 2018 Ensiklopedia Sains Islami | Pustaka Pelangi

Bahaya Memendam atau pun Menyalurkan Amarah

Ensiklopedia Sains Islami | Pustaka Pelangi

Apakah kita pernah marah pada seseorang? Apa yang anda lakukan jika emosi memarahinya atau mendiamkannya? Tahukah bahwa 2 pilihan tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia!

 

Menurut penelitian memendam atau pun menyalurkan (mengekspresikan) amarah sama-sama dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan walaupun dalam taraf yang beragam. Tentu kita semua ingin sehat bukan?

 

Berikut ini adalah nasihat Rasulullah yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah Ra:

“Seorang laki-laki berkata kepada rasulullah Saw., ‘Berikanlah nasihat kepadaku’, beliau bersabda ‘Jangan marah!’ Orang itu berulang kali meminta nasihat dan selalu dijawab oleh beliau, ‘Jangan marah!’”.

 

Sehubungan itu, Rasulullah Saw menasehati umat muslim dalam haditsnya “Jangan Marah”. Hal ini tidak dimaksudkan untuk mengikis habis kemarahan atau menafikan potensi marah pada diri seseorang, namun kemarahan itu tidak boleh terjadi secara terus menerus. Sebaiknya seseorang itu marah ketika hukum-hukum Allah Swt dilanggar dan dirusak.

 

Ternyata ketika kita memendam kemarahan membuka peluang resiko hipertensi (Penyakit darah tinggi), bahkan dapat berujung pada serangan jantung. Sedangkan amarah yang diekspresikan dimungkinkan menyebabkan gangguan saraf jantung, bahkan bisa mengundang sejumlah penyakit jantung yang mematikan. Sebab, Luapan-luapan kemarahan membuat jantung berdegup semakin kencang dan tidak teratur sehingga sulit menguasai emosi walaupun sekecil apa pun.

 

Kemarahan akan menghadapkan manusia pada resiko terserang penyakit-penyakit psikis maupun fisik, seperti penyakit gula (Diabetes) dan angina pectoris (kejang jantung), penelitian-penelitian ilmiah juga membuktikan bahwa terlalu sering marah dapat mengurangi umur manusia.

 

Lalu bagaimana cara untuk meredamkan emosi ketika diantara kita ada yang marah?

Adapun obat untuk meredamkan luapan kemarahan yang telah dibenarkan oleh dunia medis ialah merubah posisi ketika marah dari berdiri menjadi duduk atau berbaring.

 

Rasulullah telah lebih bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, maka sebaiknya ia duduk. Jika kemarahannya telah hilang, (maka cukuplah ia dengan duduk itu). Jika dengan duduk ini kemarahannya belum hilang, maka sebaiknya ia berbaring.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

 

Inginkah kita dipuji Rasullullah Saw? Rasulullah Saw memuji prilaku menahan amarah ini dalam hadistnya:

“Orang yang kuat bukanlah orang yang selalu menang dalam gulat, akan tetapi orang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah”

 

Dengan buku Ensiklopedia Sains Islami ini, Kita bisa memperoleh informasi dalam Al-Quran yang memiliki manfaat bagi manusia didukung oleh penelitian-penelitian para pakar. Semoga makin menambah keimanan terhadap Allah SWT yang telah mengatur segala urusan manusia dalam Al-Quran..

 

Yuk, Koleksi dan cari tahu fakta lainnyanya di buku Ensiklopedia Sains Islami!

 

Sumber: Ensiklopedia Sains Islami, Medis 2

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *